ia pacu sepeda motornya, tak terlintas maut atau apapun, sebab jiwanya hanya kegalauan. sampailah ia dengan selamat di sebuah warung yang menjual topi miring. ia membeli 3 tm dan 3 coffe cream. bergegas ia dengan senyum yang tak bermakna. tibalah ia di tempat yang ditentukan bersama 2 orang kawan lelakinya......... tak lama berselang, pulanglah ia setelah habiskan semua minuman yang ia beli bersama kawannya, kembali dengan sepeda motor yang kali ini tak terasa apapun, bahkan saat jalan kampung yang sangat rusak pun tak terasa, sampai sang teman berkata "ko jalannya enak amat yah rata, seperti di jalan aspal",,,,,, kegilaan mulai tampak,,, ia tersenyum kecut mendengarnya. tak lama sampailah ia dirumah,,,,, ia pulang tanpa membawa rasa apapun,,, kegelapan begitu dekat,,,, putaran bumi terasa berat,,,, bergegas ia pulang agar tak ada yang melihatnya waktu terkapar,,,,, segera saja terjerembab dalam kamarnya,,,, sang ibu (nenek) dan mamahnya tersentak melihat anaknya begitu lusuh dan karam berlari menuju kamar,,,,,, tak lama segera keluar suar tak karuan dari mulutnya ,,,,, owek,,,, owek ,,,, hitam bercampur putih dan sgala warna keluar dari mulutnya... ia lihat ibu mamahnya masuk dalam kamarnya yang gelap,,,,, begitu terperangah kedua orang tua itu,,, begitu kesedihan tergurat pada wajah orang-orang mulia itu,,,, tak karuan rasanya saat itu,,, ada ketakutan akan marah ibu dan mamahnya,,, ada malu pada diri dan tingkahnya,,,,,, ia terkapar dan muntahan makanan dan cairan keluar kasar dari mulutnya ,,,,
akhhh betapa hancur dan luluh sang lelaki, betapa hilang, tenggelam ia dalam rasa entah yang seperti apa,,,, tidak,, tidak ada kemarahan di wajah ibu dan mamahnya, tidak ada serapah keluar seperti layaknya ibu2 lain yang kutau saat anaknya mabuk,,,, bukan ,,,, bukan,,,, bukan serapah yang keluar dari mulut mereka,,,,,, yaah,,, betapa aku terluka,,, air mata itu, air mata mereka,,,, mereka berdua bercucuran air mata, menangislah mereka memburuku ,,,, kesedihan jelas tergambar di raut tua wajah mereka ,,, dalam alam entah apa namanya,,,, aku terkubur,,,, tercabik ketakberdayaan,,,, betapa kasih sayang begitu meruah..... betapa ketulusan sebuah cinta,,,, betapa dan betapa semua rasa yang ada di dunia.
"knapa kau De???" sang mamah menyapa,, "apa yang membuatmu sedih De" sang ibu bergegas mengusap kepalanya yang tlah kotor,,,,, disekalah seluruh hitam dan muntahan di wajahnya oleh sang ibu,,,, sang mamah bergegas mengambil kain yang lain dan segera berjongkok untuk membersihkan bekas muntahan yang tercecer di lantai kamar,,,,, hilang semua rasaku saat itu,,,, entah berada di mana dia saat kedua wanita mulia itu menangis menatap wajahnya, "kesedihan apa yang membuatmu sampai begini" ucap sang ibu, "knapa sampai begini, knapa gak ngomong dengan ma2h de??" akhhh betapa air mata mereka luluhkan semua rasa, aku benar2 tak bermakna, air mata mereka telah membukakan mata ,,,,, ia pun menangis tanpa ada sepatah kata pun keluar,,,, hanya sbuah niat yang ia genggam ,,,, takkan kuulangi lagi yang seperti ini!!!!
LULUH
11 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar