Daftar Blog Saya

Rabu, 30 Juni 2010

03 juni 2010 (lengkap)

Di hari ketiga
kudatang padamu membawa cinta
dihari ketiga
kita tertawa bersama penuh canda
di hari ketiga
kukecup keningmu dengan mesra
di hari ketiga
seorang kawan pastilah berduka
di hari ketiga
kita berdua, kau berkirim pesan dengannya
di hari ketiga
tak ada yang tahu hanya kita saja
di hari ketiga
kita duduk berdua di antara orang-orang yang kita anggap tak ada

hahahahahhaha konyol
mbak2 & mas2 ku, koment opo TERSERAH
aku yo guyu dewe,,,,,,,,,,,,,,03 juni (angdoyo karto M) tugas apresiasi yg puisi di atas

3 juni 2010

Di hari ketiga
kudatang padamu membawa cinta
dihari ketiga
kita tertawa bersama penuh canda
di hari ketiga
kukecup keningmu dengan mesra
di hari ketiga
seorang kawan pastilah berduka
di hari ketiga
kita duduk berdua di antara orang-orang yang kita anggap tak ada

angdoyo karto miharjo

Jumat, 25 Juni 2010

Sayap Berserak (S)

kucoba kumpulkan sisa harap
yang kini berserak-serak
kurangkai tanpa bingkai
tuk jadikan kepak sayap
sayap dari harap berserak
mengoyak-koyak pengap
sebab waktu tak pernah berpihak......
coba kembangkan sayap koyak
semakin terasa berat
dan rasanya kan kembali berserak
sebelum satu sayap yang lain terdekap ....
jiwanya tercekat saat kuasa sang waktu
membuatnya kelu seperti tertimpa batu
rapuhlah ia dalam harap
saat terbayang sayap tak kepak

Untukmu

saat kusapa
luka hatinya tak terkita
ada awan dibalik raut wajahnya
ia sendiri saja membawa duka
tersimpan dan tertata dalam jiwa
diungkapkannya dalam kata//
kusapa saja ia
dengan asaku yang masih tersisa
tuk coba beri sedikit tawa
pada setiap jejak langkah lukanya//
di hari itu
pada hitungan ke delapan belas
di sisa tahun yang setengah saja
selami berdua hadapi dunia//
yah!!
di hari kedelapan belas
keagungan hari mulia
kusapa dengan cinta
dan harinya takkan kubiarkan luka
kangkangi hari bersama

4 sta

S Part-IV

Malam telah mengetuk pintu kehidupan
memasuki gelapnya kelam
ah ternyata aku masih bernafas
dan dalam setiap nafas itu
slalu kan kuingat dirimu
..............
lalu kuseru
"Aku sayang padamu"

S Part-III

yang mampu kubayangkan
berikan satu saja bayang wajahmu
tuk kunikmati kangkangi sepi kelam
...yah, berikan satu saja bayang wajahmu
kan kuusung tuk taburi benih rindu
......
maka kan slalu kuseru
"aku sayang padamu"

S Part-II

Gelap ini mengepung cakrawala
meliuk-liuk bersama tarian sang dahan
dan gelegar halilintar serasa menampar
akh, kulihat bayang wajahmu
dalam setiap tetes air hujan itu
...
dan kusebut saja namamu
"Aku sayang padamu"

S

tiga jam setelah petang
tangan-tangan perkasa malam
menuntunku pada jatuhnya bayang
bayang yang angkasa pun tak pernah tau
hanya hati kita yang berpadu
...kekasihku, pangkulah hari-hari kita penuh rindu
......
maka kan kuseru
"aku sayang padamu"
(09.37 st)

For Shinta

Balutan warna abu-abu
melingkar dan mengawang
di jajaran pandang mataku
dan tinggal bulir tetes saja
air berjatuhan dari hijaunya daunan
...hari setelah malam yang membelai
begitu mesra
pagi ini ada kedamaian kurasa
tanpa cahaya yang menyilaukan
tanpa sambaran kilat yang kemilai
tanpa hentakan membentak
suara halilintar
hanya sapamu begitu mesra
..........
maka aku pun kan slalu berseu
"aku sayang padamu"

Shinta Jangan Terluka

(for Shinta)
Pertama kutau hanya bayang wajahmu
entah bayang yang mana mampu kuhadirkan
sebab dirimu begitu terluka
meski tanda yang kau punya begitu indah//
hidup bukan soal tanda
sebab jiwa yang mampu merasa
maka kusapa saja dengan cinta
dan harinya tak boleh lagi terluka//
kini kumiliki hatinya
kan kujaga dengan jiwa
hingga tak ada lagi lara
diwaktu yang ia sapa//
lalu kuseru saja ia
"aku sayang padamu
shinta jangan terluka"

Ini Bukan Indonesia yang Kukenal

Hari ini matahari tidaklah perkasa. hempasan air begitu mesra membelai waktu yang bergulir hampir selama 12 jam lamanya, bahkan lebih jika digabungkan dengan tadi malam. tapi tidak dengan cahaya yang bersinar di hati, begitu terang sinari waktu diri. seperti biasa, sepeda motor tua itu dengan tulisan khas kaligrafi di dashboard depan dan tulisan "lelaki" di knalpotnya, membelah jalan raya yang dipayungi gerimis, tak peduli ia dengan gerimis itu, masih seperti dulu deru motor itu, lewati satu persatu pengendara yang lain, sebab sang lelaki takut juga gerimis menjadi hujan, ya ia takut, tapi bukan takut ia kehujanan, ia lebih takut motor tuanya kehujanan dan terus menjadi mogok, yah motor tua itu tak begitu kuat bila terkena hujan. hahahhaha. berbelok ia keluar dari jalan utama, menuju jalan alternatif yang rusak dan berlubang, tak heran juga ia dengan jalan seperti demikian, sampai pada suatu kubangan yang airnya berlumpur, karena mobil-mobil yang lewat mengaduk-aduk air dan lumpur yang ada, kuning kecoklatan. Oh Tuhan, anak-anak kecil bermain di kubangan jalan itu, air kotor itu begitu menjijikan untuk dilihat, yah untuk dilihat pun begitu menjijikan, tapi sekelompok anak kecil itu bermain berenang di kubangan itu. tak berapa lama, lewatlah sebuah mobil fuso dari komplek pabrik yang ada di ujung jalan, berlarilah anak-anak itu ke tepi menghindar, sebab mobil melewati kubangan itu tuk mengaduk air dan lumpur yang ada. setelah lewat anak-anak kecil yang riang itu, kembali ke dalam kubangan yang semakin keruh. oooh beginikah negeriku, tak ada lagi tempat bagi anak-anak tuk belajar berenang, tak ada lagikah parit jernih tempat anak-anak bermain air. ini bukan Indonesia yang kukenal dahulu ketika kecil, ketika aku bebas bermain air di manapun tanpa lumpur, bahkan disungai sekalipun. Oh Tuhan, ini bukan Indonesia yang kukenal, negeri makmur nan subur.

Senin, 21 Juni 2010

BIdadari Kecil

Bola mata indah bidadari kecil
Mengerling lembut membiusku
Senyumnya hentikan detak jantungku
Aku tersihir tak bisa berfikir

Bola mata indah bidadari kecil
Menari-nari memancarkan api
Mulut mungil itu menyebut namaku
Lirih terdengar jiwaku tergetar

Bidadari kecil
Menyadarkan aku
Membebaskan aku dari rasa marah

Membaca yang sudah terjadi
Dengan kejernihan hati

Engkaukah jelmaan kekasihku yang hilang
Engkaukah wajah lain cintaku pada cinta
Belahlah ooh..belahlah sekujur hidupku
Singkirkan bangkai- bangkai busuk masa laluku

Badai mungkin masih menghadang
Aku tak surut melangkah
Luka tanpa darah tak tersembuhkan
Kubersihkan dengan doa tanpa air mata

Aku melangkah satu-satu
Menuju ke pintu rumah Mu
Aku melangkah satu-satu
Menuju kepintu rumah Mu.



Sawung Jabo,2008
Dari album " Memasuki Lorong Sunyi "
Joglo Jago-Jogyakarta, 2008

Camar

Aku berdiri mencumbu samudra di depanku
Aku hisap gelombang liar yang menari nari di depanku
Angin dingin menerpa
Ada sedikit cahaya hangat matahari menyapa

Hari ini aku menyisir pantai melabuhkan daya matiku

Sekumpulan burung Camar bercengkerama melingkar di atas pasir

Saat aku lewat,

Mereka semua menengok ke arahku.
Menyapaku sambil berkata..
Salam...Bagaimana kabar hidupmu..?
'Seperti juga ombak,kamipun juga temanmu'

Mereka tersenyum
Lalu serentak terbang membubung..melingkar...lalu berputar-putar di atas kepalaku.

Kutangkupkan ke dua tanganku sambil berkata'Ajari aku terbang'

Mereka menjawab..
' Kau manusia.. hanya bisa terbang dengan sayap jiwamu.
Itulah kelebihan dan kewajaranmu. Kenapa harus berharap yang tidak mungkin..?
Sudahkah kau tuntas menjalani kewajaran dan tanggung jawabmu sebagai manusia.?

Langkah hidupmu berbatas tanpa batas. Hanya kau sendiri yang sering membatasi langkah hidupmu sendiri. Kau tidak perlu sayap untuk terbang.
Kau hanya butuh berdamai dengan dirimu sendiri.
Sayap jiwamu nanti akan menerbangkanmu menembus batas waktu dan hidupmu sendiri.

Semua ucapan mereka itu terdengar Sederhana. Namun indah penuh makna. Mereka ucapkan semuanya sambil tetap mengepakkan sayap mereka dan terus terbang melingkar mengitar di atasku bagai lingkaran putaran hidup yang tak pernah berhenti.

Aku tersenyum,merekapun tersenyum.
Lalu
Mereka melesat meninggalkanku menuju samudra untuk saling becanda di atas lidah ombak yang seolah olah hendak menjerat mereka.

Aku pandang mereka semua dengan sisa senyuman dibibirku.

Aku
Meneruskan perjalananku menyusuri pantai yang berombak liar. Kepalaku penuh dengan pertanyaan. Kata -kata mereka masih terngiang-ngiang.

Aaah...'Berdamai dengan diri sendiri'..
Begitu indah dan mudah diucapkan.

Pagi ini aku belajar tentang hidup dari sekumpulan burung Camar.

Aku Cinta Padamu...!!

Sawung Jabo,Maroubra Beach,Sydney. 13'05'2010

Hening, Diam dan Bergerak

Cakarawala bertirai kabut di depanku
Mengajakku bicara lewat bahasa purba

Dari celah celah kabut
Masih bisa kulihat Camar terbang rendah di atas permukaan laut

Aku duduk sendiri
Tidak merasa sunyi atau sepi
Tidak sedih
Tidak sedang merenung
Tidak juga sedang melamun.
Hanya kosong

Mega- mega
Bergerak berarak-arak dengan hening
Bentuknya berubah
Tak mampu ku ikuti perubahannya
Menyimpan jutaan isyarat hidup

Aku
Saat itu
Sedang belajar memahami inti kewajaran hidup dan kewajaran alam.
Berada di tengah tengahnya
Tidak merasa terjepit
Tidak juga leluasa bergerak

Samudra di hadapanku tak pernah berhenti bergerak
Angin di sekelilingku tak pernah berhenti bergerak
Matahari,
Walau kadang tertutup berlapis-lapis mendung
Tetap saja hadir dan tak pernah berhenti bergerak

Anak -anak kecil
Berlarian di bibir pantai
Becanda dengan ombak yang tak pernah berenti bergerak

Detak jantungku
Tak pernah berhenti berdetak bergerak
Aliran darah di tubuhku
Tak pernah berhenti bergerak

Jadi....
Kenapa aku harus berhenti bergerak...?

Sawung Jabo,2 Juni 2010
Maroubra Beach, Sydney

Sabtu, 19 Juni 2010

Maaf

Anakku!
maaf kupinta
bila hari ini senyummu luka.
bukan sebab bapak tak sayang
bila yang lain kini gembira
dan kau sendiri saja berduka.
Tak pernah bapak bosan meminta
datanglah, meski tuk duduk saja
tapi kau tak pernah bisa terima.
Anakku!
tak naik kelas bukan akhir segala
sebab esok masih ada matahari terbuka
dan maaf kupinta sebab semua kata bersama

Jumat, 18 Juni 2010

Catatan tentang kesedihan

di hari ketiga di bulan setelah mei, si F memacu sepeda motor tuanya, semangatnya begitu menggebu, wussss, tak ada satupun mobil dan motor yang mampu menyalipnya, motornya melayang bersama kasih Tuhan. ia begitu egois tuk tak lakukan apapun demi menemuinya, ia begitu keras kepala tuk mengabaikan semua, saat di jalan, hp nya bergetar "ass, ga usah ke sini yah??" tlp sang putri "dah naek motor, dah dijalan" sergah F, "kan aku kerja siang, trus lu juga kerja" timpal sang putri "ga pa2 biar sebentar menemui sayang, trus anterin dan jaga sayang sampai ke tempat kerja, kalau aku ga peduli, mau dipecat karena ga masuk kerja ga apa-apa, asal hari ini bisa menjaga dan mengantarmu ke tempat kerja" jawab F, lalu wusss sepeda motor butut kembali ngebut. sampailah di sebuah pertigaan, motor miliknya yang paling berharga ia titipkan dan simpan, tak lupa ia beri senyuman "sahabat, temanmu akan laksanakan satu kewajiban". hahahahaha emang gila, motornya pun F sapa.
menunggu tak membosankan kali itu, yah ia duduk di "gardil" jalan, menunggu mobil yang melintas, tak lama berselang, -sebab ia jalan dengan membawa kasih sayang, maka selalu ada kemudahan- mobil kecil angkutan tlah penuh, ia pun taklagi menunggu mobil yang lain, segera ia naik di deret bangku paling belakang. nasib baik sedang berpayung pada jiwanya, mobil yang ia naiki kebut bukan kepalang, sehingga tak lama ia akan bertemu yang di sayang. tak lama berselang, di pertengan perjalanan pada sebuah jalan tol, tiba2 ada suara yang sangat keras, "duooor", gila benar-benar gila, sungguh mengagetkan suara itu, ibu-ibu yang duduk disebelahku langsung reflek merunduk dan berucap, astagfirullah, sementara yang lain ada yang berucap Allahu Akbar, mereka mengira mobil yang kami tumpangi yang mengalami, oooch Tuhan benar2 menyayangiku, ternyata ada mobil trailer yang pecah ban, lalu ibu di sebelahku menarik nafas lega dan tersenyum bangga.
akhirnya sampailah F di tempat pemberhentian yang dituju, ia turun dan segera bergegas ke tepi jalan, keluar dari pintu tol menuju pintu keluar pagar. ia berjalan setengah berlari menyebrang jalan "ah ada warung kopi, mau duduk aku sebentar, ngopi dulu trus nelpon" gumam hatinya. ya, ia singgah dan duduk di warung itu. "kopi satu bu" dengan santai ia memesan. lalu hp nya bergetar "dah sampe mana?" tanya yang disayang "nih dah mpe, dah turun dari mobil, lagi ngopi dulu" jawabnya "iya sebentar tunggu, aku berangkat, kalau udah ngopi jalan ke depan pintu gerbang ......., tunggu disitu" ucap sang sayang. selesai kopi di reguk, ia berjalan mencari pintu gerbang "Bang, pintu gerbang ..... sebelah mana?" tanya F pada tukang ojek yang berjajar, yah jalanlah ia sesuai petunjuk sang tukang ojek. sampai di depan pintu gerbang sebuah gedung menjulang. HP kmbali bergetar"dah sampe belum di depan gerbang, kalau udah nyebrang jalan tunggu di pojok jalan sebrang situ, aku sbntar lagi sampai" ucap sang putri, tak tunggu hp mati ia segera berlari menyebrang jalan yang tak sepi, sampai di sebrang, tak lama bersalang datanglah yang dinanti, oh ini yang kunanti, terima kasih Tuhan.
Naiklah F dan sang putri, duduk brdua brdampingan dalam mobil yang bener2 ga layak jalan, yah dikota ini memang begini, mobil jelek dan ga layak masih banyak. ia pandang wajah sang putri, ia genggam tangan indahnya, oh Tuhan ada bahagia di hatinya, terpancar dari senyum wajahnya, semakin keras ia genggam tangan sang putri, dan rambutnya mengibas ke wajah F, oh Tuhan tak ada syukurku selain lihat bahagianya, ia kecup mesra kepala sang putri, "sayang" ucapnya, dan senyum sang putri kembali berseri. tak lama berselang, hp snag putri bergetar yah ada sms dari seseorang, tak ada nama di nomornya tapi disebutkan dalam pesannya, aku tersenyum membacanya, yah kutau wanita itu, banyak pesan ia kirim, aku pun sempat membalasnya dengan senyum getir, yah orang yang dulu mengisi hati sang putri sedang mengirim pesan lewat sang teman. aku tersenyum, yah ikut membalas sekali2. heheheh tertawa sikit aku dan sang putri. setelah meliuk di jalan ibu kota, tibalah di tempat yang dituju, yah F baru kali pertama ke tempat itu, ramai nian di sana. "hayu kita naik, nyari tempat duduk di atas, biasanya di depan kasir ada kursi panjang" ucap sang putri. sampai di atas sebuah mall, didapatlah tempat duduk persis di dapan pintu keluar kasir, duduk F dengan sang putri, berdekatan ia tak henti menatap wajah penuh senyum itu. ia genggam jemarinya, tak pernah ia lepaskan. "aku benar2 menyayangimu" ucap F, "yah aku pun sama" jawab sang putri. okh Tuhan betapa Kau begitu menyayangiku. sementara orang berlalu lalang tak pernah ia pedulikan, sampailah ada orang yang duduk di sebelah sang putri, tapi mereka tetap tak peduli, tak pernah lepas dari genggaman jemari sang kekasih, yah begitu ia menyayanginya. "ini mungkin pertama dan terakhir kita berjumpa' ucapnya "yah sayang, biarlah asal sayang bahagia" meski tak ikhlas F harus menerima, itulah rasa sayang, pengorbanan dan semua tentang cinta. meski terbayang kepahitan, ia kan tetap sayang.
waktu bgitu cepat tiba waktunya kami pulang, sebab sang putri harus tunaikan kewajiban. yah mungkin itu pertemuan pertama dan terakhir seperti ucapnya. kmbali kami naik mobil, tak pernah kulepas genggaman tangannya, begitu ada kedamaian di sana. yah tak kulepas, dan rambutnya yang terurai, kadang bersandar pada bahuku dan kukecup sayang ia. yah memang menyayanginya sepenuh hati. tiba bisa di sebuah pertigaan, turun dan kmbali menunggu sebuah angkutan, lalu melintaslah angkutan yang ia tunggu, F duduk berdampingan, hari itu ia tak ingin jauh sedikitpun dari sang putri. sampai ditempat kerja, mereka turun, mulai ada kesedihan di hatinya, tapi demi bahagaia sang putri, senyumnya tetap F berikan, tak lama berselang angkutan mulai terlihat, gamang ia pegang tangan sang putri, ia kecup kening sang putri dengan kasih sayang, yah ketulusan sebuah rasa sayang, besarnya cinta dan pengorbanan, lalu ia ucapkan kata "sayang!!!", yah itulah kecupan penghabisan, kini ia kembali ditinggalkan, cuma satu harapnya, bahagilah sang putri. kini F kembali terluka namun tetap dengan senyuman, senyuman atas bahagianya sang putri. Tuhan Bahagiakanlah slalu ia, sementara aku biarkan saja duka.

Selasa, 15 Juni 2010

Rasain Luh

emang bener2 jahat yah
dulu bilang mau tu orang ma elu
malah bilang "iya sayang juga"
emang sih ditanya ma elu (vikan klo emang ga, knapa ga bilang engga aja jujur, lo emang masih pengen yang lain knapa ngasih hati ke elu)
vi kan knyataannya skrang memang begitu
dan smua tentang elu, emang ga ga da buktinya sekarang ma elu
malah go***k nya (yg jelas bukan dia, sebab dia pintar
dah bisa ninggalin elu) ya elu lah yang "b**o"
konyol pengen ng**up kening sgala
vi knapa dia mau juga (yah emang pintar sih dia, bisa dapetin apa aja, bahkan yg lebih dari elu) bgitu katanya
makanya ngaca dong elu, tau diri dong elu
kenyataannya, yang bener2 nyata terjadi kan elu yang ga dipilih
itu fakta realnya, kan sekarang elu yang berduka, elu yang ditinggalin
sekarang elu bener2 sakit kan. nangis aja dah sekarang elu
makanya jadi orang harus tau diri, lo ga punya apa2 ga usah banyak kepengen.
pasti lah kalu sakit, itu pasti, malah wa syukurin nangis dah elu
habis G***ok ga mau tau diri.
udah, sekarang diem ga usah banyak laga, minta maaf, ga usah pengen apa2 lagi elu mah
mending nangis aja sono dikamar tuh
habis orang yang deket aja diemin elu, apalagi orang lain, cantik lagi. janganlupa, elu harus minta maaf ma tuh gadis, atuh elu berharap terlalu tinggi. sedih deh skearang jadinya. ngaca luh, ngaca, jangan pengen macem2 gy yah, minta maaf jangan lupa, doain biar dia bahagia, kalao elu mah dah pasti susah, dah diem ja sekrang elumah

Minggu, 13 Juni 2010

4 shinta

Di tepi pantai!!!
di indahnya sebuah penciptaan
memandang luasnya samudra.
Akh bayangmu!!!
Yah hanya bayangmu!!
menari-nari dipelupuk mataku
menembus batas ruang dan waktu.
(adw P. Umang, 13-06-2010)s

Selasa, 08 Juni 2010

lelaki

lelaki itu
kan tetap hidup
meski sepi harinya
akan mengaliri setiap denyut nadi
sendiri kadang sepi
...tapi kadang bisa memberi arti
tuk slalu mengerti
bahwa hidup kadang tak berha(2010)

st

sayang
kujaga kau tanpa gamang
dengan jiwa yang sepinya tlah kau akhiri//
satu cita di dada
tinggal senyum saja hari untukmu
...seperti hari itu yang tak jemu
saat pandang kita slalu beradu//
jangan, jangan lagi ada kelu
di hari-hari yang kan kau tempuh
dan di setiap ujung waktu
kan slalu kukecup keningmu
lalu kuucap kata yang kan slalu kau mau
"aku sayang padamu"
2010 4 sta

S

seandainya ada keinginan, inginku hanya adamu
seandainya ada harapan, harapku takkan ada yang lain
saat gerimis seperti ini, kuharap waktu memihak kita
kau pun tau, tak ada yang meragukan
dan di hari yang akan kita tempuhi
...saat kita mulai melangkah
jangan takut akan jatuh, perjalanan masih jauh
kau pun tahu, takkan pernah meninggalkanmu
meski jalankupun penuh liku
kau pun tahu dan sangat tahu
tak ada yang meragukan
(2010) sta

pengaduan

Nek! tadi malam ku berbaring di ranjang barumu
meski kutau tak sempat lama kau tiduri
sebab Tuhan begitu menyayangi dengan memanggilmu
kuceritakan semua tentang cucu kesayangannmu
dengan keyakinan kau mendengarkan
...meski itu pun aku tak tau
kurindu usap sayang tanganmu
saat sesak mendesak dadaku
(Mei 2010)

tentang asa

hempaskan semua beban//
kunikmati kelam
malam//
hening, hanya desah nafas di dada//
memburu gelap yang
pengap//
mencakar-cakar duka//
damaikan jiwa dalam bayang gambar
wajahmu//
meski ku tak pernah tau//
entah kelak titik cahaya menjadi
terang//
atau mungkin lebam bagiku//
tapi yang harus adalah bahagiamu
(Mei 2010) SS

RINDU

keasihku tidak kau ketahuikah
malamku telah diselimuti kegelisahan
karena kemarin tak kukecup mesra keningmu
dan kubisikan kata "sayang"

...seperti waktu itu kau beri keikhlasan
(firdy 3610)SS

kembali sendiri

waktunya ditinggalkan
waktunya dilupakan
waktunya pergi
menghapus jejak dan harapan
tanpa matahari
(Mei 2010)

kelam

kutantang rembulan tuk membunuh malam//
gelap ini
takkan membunuhku//
dan gemuruh halilintar temani kelamku...//
dengan
suaranya yang perkasa//
malam ini...//
dan lusa nanti//
hatiku
mati sehari //
tanpa matahari//
yang mengembara entah dimana//
080610:00.40

Senin, 07 Juni 2010

Sajak untukmu II

Masih juga belum
kau yakini arti
sementara aku
yakinkan hati

rasa adalah jiwa
itu semu milik kiita
hingga ada makna

kini hanya satu kuingin
kau percaya!
cukup sekali kata
lalu tinggal tingkah saja
(Firdy, Malang 1999)

Tentang Sakit Gigi

Sakit gigi ini
begitu menyiksaku
tak kalah sakitnya kala aku
rindu akanmu
bahkan menjadi bahan
olok-olokkan kawan
ku stel saja teve di kamar yang tak begitu besar
pas jam berita siaran
makin saja sakitku bertambah
mendengar berita yang itu-itu saja
(Firdy, Malang: 1999)

Lagu Rindu

Kekasihku!
Tidak kau ketahuikah
Aku telah diselimuti malam yang gelisah
seperti kudengar nafasmu yang menantikan
kecupan bibirku
yang kemarin tidak berlabuh

Aku, aku akhirnya tak acuh
dan ingin berkhayal sendiri
menepi dan menepi,
lalu kubiarkan ingin
dibunuh kegelisahan sendiri

Kekaishku!
pangkulah hari-hari kita penuh rindu
(Firdi, Malang: 1999)

Timur Membara (Gaza)

Anak-anak kita
mengalir bagai bah
berlalri tanpa rasa
menghindari angkara
sudah hilang belaian cinta di sana
dunia baru yang kelu memburu

Darah!
bukan lagi barang tabu
yang keluar dari tubuh
Damai!
tinggal kata tanpa makna nyata
kita pun sekarang harus menangis
lihat ibu hamil dicabik-cabik janinnya
lihat para makmum di berondong senapan
dan tempat ibadah yang dipadati tentara
tak lagi ada tempat tuk lepas tawa

dunia di sana penuh angkara
nyawa dianggap tak berharga
lalu manusia punya apa?
(firdy)

Tak Ingin

Tak ingin lagi
kuingat semua kisah
masa kecilku, cintaku dan rumahku
sebab aku kini, tinggal bangkai saja

benar!
sebab dari beranda, sampai kamar tidur
hanya sepi saja
jadi!
biarkanlah kulupakan semua

Yah! sebab
dari bulan yang tak berwarna
samai matahari yang malas bersinar
aku masih saja terkapar
(Firdy, Malang: Nopember 1999)

7 Juni 1998

Sore itu
aku sendiri saja
menanti
di waktu yang tak pasti

entah kapan
penantian ini
berakhir pergi
aku pun tak tahu lagi

tinggal saja
harapan sia-sia
begitu menyiksa
nyata ini rasa
(firdy)

Malam Gelisah

Malam yang gelisah
hujan pun memburu
segala hariku
yang lalu karam
semua lambaikan tangan
tak lagi ada manis hari
hingga, hawa pun pergi
sisakan sepi sendiri
malam yang gelisah
dan bulan diselimuti awan
tebarkan air mata
susuri asa
(firdy, Malang, 25 April 1998)