Bergetar aku mengingat polahku
begitu sombong pada waktu
pada sesuatu yang semu
hingga begitu enggan
luangkan waktu untukMU
meski sisa putaran waktu yang ada
jauh lebih lama
Mei bulan yang semi engkau telah mengingatkanku, Anakku! Tidak! tidak akan pernah lupakan bulan itu saat matahari serasa bernyanyi dan menyesakkan hati. seperti bulan-bulan di tahun kemarin yang kau ucapkan tak ada ucapan selamat, tak ada perayaan, bahkan tak ada meski sekadar tiupan lilin. Ya Anakku! yang ada hanya ucapan kerendahan hati dan beribu mimpi-mimpi yang kau harapkan pada Tuhan agar berkenan mengabulkan. itulah ajaran yang dulu kakekmu ajarkan dan kini tlah bapak turunkan untukmu. peganglah tuk kau jadikan satu tuntunan